Oleh: faizah | Juni 24, 2007

berhenti selagi bisa

Berhenti sekarang ketika masih bisa berhenti jangan tunggu biarpun sesaat. Kira-kira inilah kata-kata yang sibuk kuulang ulang belakangan ini. Ada kalanya manusia terjebak pada suatu kondisi dimana sulit untuk berhenti meskipun mutlak sebenarnya harus sudah berhenti. Ketika segala sesuatunya telah terlampau jauh terlewati rem diri rasanya tidak lagi mempan unutk menghentikannya. Seperti masuk lumpur hisap semakin berusaha untuk keluar semakin kuat dia menghisap. Karena itu berhenti sekarang atau nantinya kebablasan. Ini merupakan terapi baru yang dicoba dilakukan untuk mengatur waktu fay di sini. Ada begitu banyak aktivitas yang kadang molor dari alokasi yang direncanakan di awal. Hiburan kecil pelepas lelah yang direncanakan untuk menemani  makan bisa-bisa berbuntut  begadang karena jadi keterusan. Atau berbaring sebentar juga bisa jadi tidur lelap yang panjang. Ada lagi yang lain, lebih menarik, besimpati pada manusia. Yang satu ini juga benar-benar perlu azam yang kuat untuk melakukannya. Sebelum hati ini benar-benar condong, harus dihentikan dengan segera, ditutup segala pintu-pintu peluang yang terbuka, berdoa dan tawakal. Mendidik jiwa untuk tahu kapan harus berhenti butuh azam yang kuat. Semoga Allah senantiasa menunjukan yang haq dan yang bathil kepada kita.

Oleh: faizah | Juni 16, 2007

siapa biang keladinya?……Internet kah

Siapa bilang punya koneksi internet 24 jam enak?, setidaknya buat fay, belakangan ini malah merasa jadi banyak waktu yang terbuang dengan mendapat “hobi baru”yang ga penting. Koneksi internet lumayan cepat (100mb/sec) malah ngebuat fay mengenal dunia donlot pen donlotan(halah welcome to torrent world). Untuk beberapa hal masih bisa ditolelir, misalnya kalau donlot software (ilegal tapi bo.. maap nya IT-ers, belum mampu beli asli soale) atau buku dll. Tapi belakangan jadi sering donlot yang lain juga, secara nih laptop juga dah pake dual core dengan kecepatan 1Gb (dah lumayan kan?) , jadilah fay di sini berlabel kan leecher (hik hik).

Karena di sini tinggal ndiri (ketemu temen paling 1 minggu sekali) biasanya begitu pulang kampus langsung buka kompi, en biasanya torrent langsung active (heu heu) en ternyata tau tau dah selese aja itu donlot mendonlot. Dengan sedikit pembenaran, gpp deh abis pulang ini,.. noton dulu bentar sambil makan deh(halah boong banget) yang ada jadi banyakan nontonnya daripada belajar..(huaaaa, menyesal mode on) nah gimana kalau lagi ga donlot? yang ada begitu buka laptop langsung dah sign in otomatis ke ym. En secara banyak banget teman teman maya yang oL juga pada saat itu, jadilah ngobrol..(ga penting kadang) wuaaaaaaaaaaaaa buang buang waktu banget ga sih. Ngerasa internet bukan jadi berkah ini  mah malah ngacauin jadwal yang sudah disusun.

Fay pingin berenti tapi ko susah ya(berenti ngenet maksudnya). Udah ditekad-tekad in juga, pernah sekali waktu bertekad jangan buka internet fay, jangan ym-an, poko e jangan OL dah. Tapi beberapa saat kemudian jemu menghampiri,  ga tahan akhirnya mozila beraksi en kamana mana deh, mulai dari cek cek email, masuk ke blog, ym-an, nge -you tube, liat torrent apa aja yang baru diupload. aarghhhhhhhhhhhhh ini mah kapan belajarnya. Duh pingin berenti, ada sarankah. Ini internet jadi mengerikan tapi undeniable…hu hu hu need help…

Oleh: faizah | Juni 11, 2007

ingin menulis tapi ada berjuta cerita

ingin memahami makna tapi akupun masih berjuang mengartikannya

ingin menangis tapi tak ada air mata

ingin tertawa tapi begitu hampa

ingin sepi tapi aku sudah sendiri

ingin dimengerti tapi kita beda bahasa

hmmmm

biarkan aku sendiri

belajar, belajar dewasa

berjuang menghadapi luka dan air mata

jatuh dan bangkit dengan tekadku sendiri

lihatlah saja aku dari jangkauan

doakan dan jangan tinggalkan

aku hanya ingin dibiarkan belajar

~dr yang sedang mencoba menghadapi dunia~

Oleh: faizah | Mei 31, 2007

Sabar

“Sabar ya Nak…mama yakin Allah maha tahu yang terbaik untuk mu Nak”

Mama,  kata kata mu bergema ditelinga, menghadirkan wajahmu membuat hati ini berdebar cepat, seketika ingin cepat pulang. Allah maha tahu betapa hati ini merindumu.. Hari-hari dilewati sambil menunggu saat perjumpaan kembali itu tiba. Mama, anakmu sekarang jauh di sini, terpisah benua kita berdua. Menggengam sejumput impian, mencari ilmu, berharap kelak benih ilmu ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kemashlahatan umat. Mama, belaian dan kasih sayangmu terasa  sampai di sini, merdu panggilanmu terdengar di telingaku. Mama doakan lah anakmu ini teguh berdiri di sini, meniti jalan kesabaran, bergerak berjuang berharap menang, sesuai dengan nama yang kauberikan.

Ya Allah kuatkanlah tekadku, tentramkanlah hatiku, bimbinglah jalan ku menuju keridhaanmu.

Titip kecup rindu untuk mama tercinta

Bismillah

~dari seorang anak manusia yang dilanda rindu~

Oleh: faizah | Mei 26, 2007

sahabat yang terlupakan

Sahabat yang satu ini fay yakin seharusnya merupakan sahabat setiap orang…

Dia seringkali terlupa, kehadirannya kadang tak termaknai dengan benar..

Padahal dia  satu-satunya yang bisa berlaku adil pada semua setiap harinya…

Waktu…

Untuk setiap orang di dunia ini, tidak peduli siapapun ia, kaya-miskin, jenius-idiot, pengusaha-pengemis, semuanya adil 24 jam…sama rata

Satu-satunya di dunia ini yang Allah ciptakan sama untuk setiap orangnya pada tiap harinya…….

Diclaim sebagai satu-satu nya yang sama (makanya bisa adil) karena kita berbeda, rejekinya beda, umurnya beda, jalan hidupnya beda, pemikirannya beda, malah sinar matahari yang diterima aja beda (tergantung posisi..he he), jadi membandingkan orang satu dengan yang lain terasa tampak tidak adil….

Tapi kesempatan kita semua sama terhaap waktu dalam setiap harinya

Karena itu sudahkah dia dijadikan sahabat kita yang paling penting………?

Oleh: faizah | Mei 22, 2007

Faizah (F) , supervisor (S), dan coklat

Sepintas mungkin tampak aneh tapi coklat ternyata sedikit banyak menghubungkan F dan S. Bisa dibilang sebagai mahasiswa master di Universitas “G”, F membantu penelitian doktor dari sang S.  S, ternyata adalah foreigner juga(bukan bangsa “B”) sama seperti F, hanya saja negara asal S tentunya jauh lebih maju dari negara asal F (dari negara I). S adalah orang yang Workoholic sekaligus juga Alcoholic dan Rokokholic, tidak aneh kalau disini , kebanyakan memang seperti itu kaum mudanya. Dua holicnya yang terakhir sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan F, hanya saja holic yang pertama ternyata berefek sangat besar dikemudian hari bagi kehidupan F.  

Dalam keseharian lab, S yang merupakan W-holic sejati menerapkan asasnya itu pada F. Bukannya F tidak bersedia untuk ikut-ikutan menjadi holic yang satu ini, hanya saja kadang ga kira-kira menurut takaran pelajar. Kerja di lab pontang panting sampai jam 11 malam dengan konsekuensi besok boleh datang siangan atau dikebut dua hari sampai jam 12 malam, jumát boleh take day off.  Benar-benar ga ideal, alhasil kerja ternyata jadi tidak efektif dan hasil juga jadi kurang memuaskan.

Lama-lama F jengah juga, dan biasanya kalau udah gitu bisa murung dan bisa ga berkicau seharian. S ini ternyata seorang yang cukup jeli. Di saat F ini mulai jengah dan jemu biasanya S menjadi tidak terlalu menuntut  dan malah sering memberi kejutan-kejutan (suapan kah?).

Sebutlah suatu hari dimana F merasa sudah luar biasa lelah dan jemu, S datang siangan, seperti biasa say hello en bla bla bla ga penting. Acuh tak acuh F menanggapi tidak terlalu berminat, dalam hati F gondok luar biasa, ga jelas juga kenapa, tapi jadi menyalahkan keadaan (why? biasanya jadi pertanyaan paporit). Harusnya kalau udah gini ada baiknya berhenti dulu dan menenangkan diri, tapi bagi F target adalah target desakan sudah dieksekusi, lab working jalan terus.

Balik-balik dari Lab, diatas meja F terletak 3 CD musik klasik plus coklat  berbentuk kucing yang lucu banget. Sebagai perempuan, (gampang ditebak ga sih?), mood F jadi terpengaruh juga karena itu. Mood jelek yang selama seminggu ini bewarna hitam kelam gulita berubah jadi biru muda nan terang benderang.

halah…ini mah namanya disuap ama supervisor…. lab working pun jadi lancar, mood entah bagaimana jadi berubah drastis….bukan soal coklatnya, tapi mungkin bentuk perhatiannya

Kejutan kecil yang manis ternyata bisa mengubah sesuatu yang tampak kecil untuk sesuatu yang besar.

ps: hari ini juga dikasi coklat cake yang besar dan noir coklat swis berkadar tinggi (bentuk perhatian lainnya untuk chapter23 yang baru di mulai)

Oleh: faizah | Mei 22, 2007

masih menunggu

terdiam ku kaku membisu

sejuta kata tak mampu melukiskan makna

masih terbata membaca sudut sudut jiwa

yang penuh sesak tiada bersisa

bersimpuh ku disini

merenungi tentang aku, dia dan mereka

tak ada jawaban, tak ada kepastian

yang ada hanyalah sangkaan sangkaan

hanya sangkaan …

karena ku  bukan tuhan

Kategori